Kecanggihan AI China Makin Dekati Milik Amerika Serikat
Para peneliti juga menyebut kemampuan GLM-5.2 dapat meningkat hingga setara Claude Mythos dalam menemukan bug, apabila dipadukan dengan teknik prompting yang tepat.
Kemunculan GLM-5.2 juga menjadi sinyal semakin ketatnya persaingan AI antara China dan Amerika Serikat.
Dalam beberapa pekan terakhir, perusahaan AI asal AS seperti Anthropic dan OpenAI mulai membatasi akses terhadap model AI tercanggih mereka dengan alasan keamanan nasional.
Sebaliknya, sejumlah laboratorium AI di China justru semakin aktif merilis model AI open-weight yang dapat diunduh dan dijalankan oleh publik, dirangkum KompasTekno dari Digital Trends.
Perkembangan tersebut sejalan dengan perdebatan yang sempat muncul, mengenai seberapa cepat China mampu mengejar kemampuan AI Amerika Serikat.
Sebelumnya, Elon Musk memprediksi laboratorium AI China baru akan mampu menyamai model unggulan Anthropic, Fable 5, dari sisi benchmark pada kuartal pertama 2027.
Prediksi itu kemudian dibantah oleh pendiri Zhipu AI, Tang Jie. Melalui akun X pribadinya, Tang mengatakan pencapaian tersebut "tidak akan memakan waktu selama itu", mengindikasikan keyakinannya bahwa AI China akan lebih cepat mengejar ketertinggalan dari para pesaing asal AS. (Wartabanjar.com)