Jelajahi Tanjung Puting, Peserta Yamaha Maxi Tour Boemi Nusantara Rasakan Sensasi Bertemu Orangutan
WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN – Setelah menjelajahi jalur darat di Kalimantan Tengah, rombongan Maxi Tour Boemi Nusantara etape ketujuh melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Minggu (5/7/2026).
Wisata susur Sungai Sekonyer sekaligus menyaksikan orangutan di habitat alaminya.
Selama perjalanan menyusuri Sungai Sekonyer, peserta menikmati makan siang di atas kapal sambil menikmati panorama hutan tropis.
Beragam makanan ringan juga disediakan untuk menemani perjalanan menuju kawasan konservasi tersebut.
Untuk mencapai lokasi feeding orangutan, peserta harus berjalan kaki sejauh sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak yang diapit pepohonan lebat khas hutan hujan tropis.
Sesampainya di lokasi, area feeding sudah dipenuhi wisatawan domestik maupun mancanegara yang duduk tertib menanti kemunculan satwa endemik Kalimantan tersebut.
Baca Juga: Fazzio Youth Project Jadi Wadah Kreativitas Siswa, Sukses Digelar STSJ Yamaha di SMKN 2 Banjarmasin
Baca Juga: Yamaha Hadirkan Ragam Inspirasi Modifikasi Fazzio Hybrid dari Para Juara CLASSY Modifest 2026
Tak lama kemudian, petugas datang membawa dua bakul pisang dan memanggil orangutan dengan suara khas. Beberapa saat kemudian, dua ekor orangutan muncul dari dalam hutan untuk mengambil pakan yang telah disiapkan.
Momen tersebut langsung dimanfaatkan para wisatawan untuk mengabadikan foto dan video kemunculan satwa yang menjadi ikon Taman Nasional Tanjung Puting itu.
Setelah menyaksikan proses feeding, rombongan kembali ke kapal sekitar pukul 16.00 WIB untuk kembali menuju Dermaga Kumai.
Tour Guide Taman Nasional Tanjung Puting, Ita, menjelaskan bahwa kawasan konservasi tersebut berada di Semenanjung Barat Daya Kalimantan Tengah, tepatnya di Teluk Pulai, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
"Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan konservasi yang menyimpan berbagai keanekaragaman hayati. Selain menjadi pusat konservasi orangutan, kawasan ini juga menjadi habitat bekantan, monyet merah, beruang, dan rusa," ujarnya.
Ia mengingatkan setiap pengunjung agar mematuhi aturan selama berada di kawasan konservasi.