Jelajahi Tanjung Puting, Peserta Yamaha Maxi Tour Boemi Nusantara Rasakan Sensasi Bertemu Orangutan
"Ada beberapa aturan yang wajib ditaati ketika masuk area konservasi orangutan. Pengunjung tidak boleh membuang sampah sembarangan dan tidak boleh berisik agar tidak mengganggu satwa di dalamnya," katanya.
Menurut Ita, kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Tanjung Puting mencapai puncaknya pada periode Juni hingga September. Pada musim tersebut, ratusan kapal wisata setiap hari melayani wisatawan domestik maupun mancanegara.
Salah seorang peserta asal Jakarta, Eka, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti Maxi Tour Boemi Nusantara.
"Touring kali ini tidak hanya menjelajahi jalanan Kalimantan, tetapi juga menyusuri sungai menggunakan kapal dan berjalan kaki masuk hutan hingga melihat orangutan di habitat aslinya," ujarnya.
Peserta lainnya, Alun, menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berkesan.
"Semoga tahun depan ada acara serupa lagi agar Yamaha semakin terdepan," harapnya.
Hal senada disampaikan Imam, seorang blogger asal Jakarta. Ia mengaku baru pertama kali menyusuri sungai selama berjam-jam dan melihat orangutan secara langsung di alam liar.
"Ini pertama kalinya susur sungai hingga berjam-jam, masuk hutan, lalu bertemu orangutan di alam liar," katanya.
Sementara itu, Public Relation Supervisor Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Adianto Pangaribuan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari.
"Yamaha berupaya menghadirkan pengalaman berbeda pada setiap kegiatan touring. Salah satunya dengan mengajak peserta mengeksplorasi pesona wisata Taman Nasional Tanjung Puting yang telah dikenal dunia," ujarnya.
Supervisor Promosi Yamaha Area Kalselteng, Andi Rachman, berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat loyalitas pelanggan terhadap produk Yamaha, khususnya lini Maxi.
"Kami berharap kegiatan ini semakin meningkatkan loyalitas konsumen terhadap produk Yamaha, khususnya keluarga Maxi," katanya. (Wartabanjar.com/*)
Editor Restu