WARTABANJAR.COM - Tim Nasional Maroko sukses menembus babak 16 besar Piala Dunia 2026, menjadi berkah bagi gelandang klub Italia AS Roma sekaligus Timnas Maroko, Neil El Aynaoui.

Bursa transfer musim panas 2026 di Liga Inggris makin memanas. Pemain yang baru saja genap berusia seperempat abad pada hari Jumat (03/07/2026) itu, dilaporkan menjadi incaran sembilan klub Premier League, setelah penampilan apiknya bersama Timnas Maroko di Piala Dunia 2026.

Klub-klub tersebut adalah Manchester United, Liverpool, Chelsea, Aston Villa, Brighton & Hove Albion, AFC Bournemouth, Newcastle United, Everton, dan Sunderland.

Menurut laporan TEAMtalk yang dikutip oleh berbagai media, para klub penghuni Liga Inggris itu telah melakukan pendekatan melalui perantara, untuk menjajaki kemungkinan mendatangkan gelandang bertahan kelahiran 2001 tersebut.

Nama El Aynaoui sendiri sebelumnya sudah menarik perhatian raksasa Spanyol seperti Real Madrid dan Barcelona, setelah tampil cemerlang di Piala Afrika, namun sorotan dunia internasional semakin menguat usai melihat performanya di pentas Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.

Nama Neil El Aynaoui melambung tinggi setelah menjadi salah satu pilar utama kesuksesan Maroko melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott Diminati Klub Kasta Ketiga Liga Inggris

Baca Juga: Massimiliano Allegri Pulang ke Napoli Sebagai Pelatih Hingga 2029

Ia tampil sebagai pengatur ritme permainan yang luar biasa di lini tengah Atlas Lions, terutama saat berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Brasil dan Belanda.

Statistiknya berbicara banyak: Dia menjadi penembak keempat terbaik di turnamen dengan 12 tekel sukses.

Dalam laga melawan Belanda, ia menyelesaikan 135 operan dengan akurasi 97 persen, memenangkan enam duel, dan melakukan empat tekel.

Secara keseluruhan, ia mencatatkan 156 sentuhan bola dan 134 operan sukses dari 138 percobaan, menunjukkan tingkat akurasi yang nyaris sempurna (97 persen).

Angka-angka ini jauh melampaui lawan langsungnya di lini tengah Belanda, Ryan Gravenberch, yang hanya mencatat 18 operan dengan akurasi 75 persen, sebelum ditarik keluar.