Pada usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola, Kane justru tampil semakin matang.
Ia tak lagi mengandalkan kecepatan, melainkan kecerdasan membaca ruang, positioning, dan penyelesaian akhir yang nyaris tanpa cela.
Gol pertama lahir lewat sundulan khas penyerang nomor sembilan.
Gol kedua datang melalui tendangan spektakuler dari luar kotak penalti.
Dua cara berbeda, tetapi dengan hasil yang sama: membawa Inggris selamat.
Pelatih Thomas Tuchel bahkan menggambarkan Harry Kane sebagai sosok yang memiliki naluri layaknya “hiu” di depan gawang—selalu tahu kapan saat yang tepat untuk menyerang.
Tambahan dua gol membuat Harry Kane masuk persaingan perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, sebagai top skor.
Kini ia mengoleksi 5 gol seperti torehan bomber Norwegia Erling Haalang.
Hanya tertinggal 1 gol dari Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak daftar top skor Piala Dunia 2026.
Dengan Inggris yang masih bertahan di turnamen dan akan menghadapi Meksiko pada babak 16 besar, peluangnya menambah koleksi gol masih sangat terbuka.
Semakin jauh langkah Inggris, semakin besar pula kesempatan sang kapten menyalip para pesaingnya di daftar pencetak gol terbanyak.
Delapan tahun lalu di Rusia 2018, Harry Kane mengangkat Sepatu Emas setelah mencetak enam gol.
Kini, pada Piala Dunia 2026, ia kembali memburu penghargaan yang sama.
Namun kali ini misinya terasa lebih besar.
Bukan hanya menjadi top skor, tetapi juga membawa Inggris mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara dunia yang telah berlangsung sejak 1966.







