WARTABANJAR.COM, MALANG– Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memberikan pembekalan kepada 30 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang akan memasuki masa purna tugas.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Latihan Kerja Wonojati, Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026) ini bertujuan membekali peserta dengan berbagai keterampilan agar tetap produktif setelah memasuki masa pensiun.

Pembekalan tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian sekaligus apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian para ASN dan P3K yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Tabalong.

Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani atau yang akrab disapa Haji Fani, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas seseorang.

Menurutnya, para pensiunan tetap memiliki peluang untuk terus berkarya dan berkontribusi di tengah masyarakat apabila dibekali keterampilan yang memadai.

“Pensiunan akan tetap percaya diri kalau memiliki keterampilan,” ujar Haji Fani.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus merangkul dan melibatkan para pensiunan dalam pembangunan daerah, sebab mereka merupakan sumber daya yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya masing-masing.

“ASN dan P3K yang memasuki purna tugas akan tetap menjadi bagian dari pembangunan daerah karena mereka memiliki pengalaman yang sangat berharga,” katanya.

BACA JUGA: Puluhan ASN Tabalong Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan III

BACA JUGA: Bupati Noor Rifani Ingatkan ASN Tabalong Jangan Sampai Tertinggal di Era Digital

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Tabalong, Fauzan, menjelaskan bahwa pembekalan pra purna tugas ini dirancang untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi masa pensiun, baik dari sisi mental, sosial, maupun psikologis.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan keterampilan yang dapat dikembangkan sebagai kegiatan produktif setelah pensiun, seperti bidang pertanian, peternakan, hingga kerajinan.

“Ini sebagai bentuk motivasi bagi para pensiunan agar tetap produktif dan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki setelah memasuki masa purna tugas,” jelas Fauzan.