Juri Lomba Apresiasi Festival Budaya Polda Kalsel, Hendra Harap Madihin Terus Diperhatikan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Festival Seni Budaya Hadrah dan Madihin yang digelar Polda Kalimantan Selatan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, mendapat sambutan positif dari pelaku seni di Banua.
Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar tersebut, dinilai menjadi bentuk perhatian terhadap upaya pelestarian seni budaya lokal, yang selama ini terus dijaga dan dikembangkan masyarakat.
Juri Lomba Madihin, Hendra, mengaku senang karena seni Madihin mendapat ruang dalam festival yang digelar Polda Kalsel.
“Kami sebagai pelaku seni, khususnya Madihin, sangat senang karena Madihin diperhatikan dan dilestarikan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela lomba, Minggu (21/06/2026).
Menurut Hendra, pelaksanaan festival tersebut menjadi terobosan baru yang patut diapresiasi.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Kapolda. Ini sebuah terobosan yang luar biasa. Baru pertama kali Polda Kalimantan Selatan melaksanakan Madihin dan juga Hadrah,” katanya.
Ia juga mengaku bangga, karena kegiatan tersebut digelar di tengah pelaksanaan Car Free Day, sehingga dapat disaksikan langsung masyarakat.
Baca Juga: Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Kalsel Angkat Hadrah dan Madihin untuk Lestarikan Budaya Banua
Baca Juga: Meriahkan Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Tanah Laut Gelar Car Free Day dan Pasar Rakyat
“Apalagi di acara Car Free Day ini, sangat bangga kami,” ujarnya.
Hendra juga menepis anggapan bahwa Madihin mulai ditinggalkan generasi muda.
Menurutnya, regenerasi pelaku Madihin di Kalimantan Selatan masih terus berjalan dan berkembang dari tahun ke tahun.
“Untuk regenerasi Madihin selalu berkembang, baik dari siswa maupun mahasiswa,” katanya.
Perkembangan tersebut turut didukung keberadaan komunitas Madihinesia, yang menjadi wadah para pelaku seni Madihin di Banua.
“Madihinisia sudah dibentuk dan tentunya Madihin terus berkembang di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Tak hanya berbicara soal pelestarian budaya, Hendra juga menjelaskan aspek yang menjadi penilaian dalam lomba Madihin.
“Yang dinilai dari segi syair, karena Madihin yang paling utama itu syair,” katanya.
Selain syair, dewan juri juga memperhatikan artikulasi, kesesuaian tema dan ketukan gendang yang mengiringi penampilan peserta.