Dendy Sulistyawan Resmi Kenakan Jersey Biru Persela Lamongan
WARTABANJAR.COM, LAMONGAN – Dendy Sulistyawan akhirnya resmi "pulang kampung" usai 7 tahun berkarir bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Penyerang berusia 29 tahun ini telah memutuskan resmi digaet Persela Lamongan di bursa transfer Championship.
Bagi Dendy, kepindahan ini bukanlah sekadar transfer pemain, melainkan pemenuhan kerinduan akan kampung halaman di Kecamatan Ngimbang.
Dendy tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bahagianya saat kembali menginjakkan kaki di klub yang membesarkan namanya tersebut.
Ia mengakui bahwa kepulangannya ini didorong oleh ikatan emosional yang tak pernah putus, meski ia telah lama merantau.
Baca Juga Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina Dikabarkan Jadi Presiden Klub Persikad Depok
Baca Juga Barito Putera Belum Pastikan Nasib Coach Teco Jelang Musim Baru Championship
"Kalau perasaan, yang pertama pasti alhamdulillah senang. Akhirnya setelah mungkin lebih dari tujuh tahun, akhirnya bisa kembali lagi membela tim tanah kelahiran," ujar Dendy.
Proses kepulangannya pun terbilang lancar. Dendy memberikan apresiasi khusus kepada manajemen Persela serta sosok penting di balik layar yang memuluskan jalan kembalinya.
Menariknya, langkah Dendy kembali ke Lamongan tidak semulus tanpa godaan.
Sejumlah klub besar di kasta tertinggi kompetisi tanah air dikabarkan sempat melayangkan tawaran menggiurkan kepadanya.
Namun, Dendy dengan tegas memilih untuk setia pada panggilan jiwanya. Keputusan ini menjadi bukti nyata bahwa bagi Dendy, materi bukanlah segalanya.
Ikatan batin dengan Persela jauh lebih bernilai dibandingkan tawaran klub lain.
"Yang pasti pertama mungkin salah satunya panggilan jiwa. Apalagi saya dulu lahir dari Persela sebelum saya ke Bhayangkara FC. Ini saatnya saya untuk pulang dan kembali lagi membawa kejayaan di Persela," tegasnya.
Kehadiran Dendy di Persela bukan sekadar untuk menjadi pemain pelengkap. Ia membawa misi besar untuk mengembalikan kejayaan tim yang telah membentuk karakter sepak bolanya sejak kecil.
Bagi Dendy, Persela adalah rumah yang telah memberinya mimpi dan harapan. Ia bahkan telah memiliki rencana jangka panjang untuk menutup buku perjalanan karier profesionalnya di tanah kelahiran.