Selain itu, ia meminta keberhasilan sektor pertanian dan capaian panen di daerah terus dipublikasikan agar mampu membangun optimisme serta meningkatkan minat masyarakat untuk berusaha di sektor pertanian.

“Panen-panen seperti ini harus terus digaungkan. Ketika masyarakat melihat hasil yang baik, akan tumbuh iklim usaha pertanian yang semakin bergairah dan mendorong tercapainya ketahanan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan ke daerahnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia menjelaskan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki luas lahan pertanian sekitar 35 ribu hektare dengan pola tanam yang mampu mencapai dua kali panen dalam setahun.

Ke depan, pemerintah daerah akan fokus meningkatkan produktivitas hasil panen tanpa harus menambah luas lahan pertanian.

“Saat ini rata-rata produksi padi sekitar 4,7 ton per hektare. Kami menargetkan peningkatan produktivitas hingga mendekati 9,6 ton per hektare melalui berbagai upaya peningkatan teknologi dan pendampingan kepada petani,” ujar Syafrudin.

Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)

Editor Restu