Hanif mengatakan, pemerintah juga terus mengawal program pembangunan sawah baru, yang masih berpotensi dikembangkan di Kalimantan Selatan.

“Sawah di Kalimantan Selatan paling banter bisa dibangun baru hanya 30 ribu hektare. Hari ini terus dikonstruksi, nah kita akan kawal terus,” ujarnya.

Ia memastikan berbagai persoalan tersebut tengah ditelusuri sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Ini yang kemudian kita sedang telusuri untuk memperkuat ketahanan pangan. Namun dari satu kali aja, Kalsel sudah menjadi penyangga beras di regional,” ucapnya.

Menurut Hanif, capaian tersebut menunjukkan potensi pertanian Kalimantan Selatan masih sangat besar untuk dikembangkan.

“Harapan kita potensi ini tidak boleh disia-siakan, kita tingkatkan kualitasnya menjadi keunggulan kompetitif dengan meyakinkan bahwa semua sawah teraliri,” tutupnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)