Hadapi Era Ketidakpastian, MUI Kalsel Ajak Perkuat Kebersamaan
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - MUI Kalimantan Selatan mendorong penguatan soliditas antara ulama, pemerintah dan masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi, sosial dan politik yang terjadi saat ini.
Pesan tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan MUI Kalsel yang mengangkat tema Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian yang digelar di Grand Qin Hotel, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (15/6/2026).
Ketua Bidang Kerukunan MUI Kalsel, Dr Berry Nahdian Furqon, mengatakan kondisi saat ini menuntut seluruh elemen untuk memperkuat kerja sama dan kebersamaan.
”Kita melihat era sekarang era ketidakpastian. Baik itu ekonomi, politik, sosial. Sehingga perlu dibangun lagi soliditas antara seluruh stakeholder,” ujarnya.
Menurut Berry, soliditas tersebut tidak hanya melibatkan ulama dan pemerintah, tetapi juga organisasi kemasyarakatan serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Baca Juga Patroli Tengah Malam, Polresta Banjarmasin Sita 8 Motor Diduga Terlibat Balap Liar
”Baik itu ulama, pemerintah, organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya, unsur-unsur masyarakat lainnya, itu perlu dibangun lagi,” tuturnya.
Ia menilai kolaborasi menjadi penting agar berbagai program yang berpihak kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik.
”Majelis Ulama Indonesia menjembatani dan mendukung agar agenda negara yang pro-rakyat, pro-umat ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Berry juga menegaskan MUI mendukung pengawasan terhadap berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
”Program itu tidak dikorupsi, maka kita dorong agar ada kontrol pengawasan antikorupsi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kalsel, DR H Nasrullah, mengatakan dialog kebangsaan dan Mukerda menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama antara ulama, pemerintah dan masyarakat.
”Musyawarah kerja ini dan dialog kebangsaan ini merupakan upaya Majelis Ulama untuk membangun sebuah kerja sama,” katanya.
Menurut Nasrullah, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat.
”Jangan sampai kita ada sebuah perbedaan yang kemudian menjadi permusuhan,” ucapnya.
Ia menegaskan perbedaan justru harus menjadi ruang untuk mencari solusi bagi kepentingan umat dan masyarakat.