Baca Juga Kapan Tahun Baru Islam 1448 H? Simak Jadwal Puasa Muharram, Asyura dan Tasua
Baca Juga Respons Laporan 110, Polresta Banjarmasin Amankan Dua Remaja Pembawa Celurit
Menurut Dewi, Kabupaten Balangan memiliki potensi pangan lokal yang sangat melimpah, mulai dari aneka umbi-umbian, sayur-sayuran, buah-buahan hingga ikan lokal yang bernilai gizi tinggi dan dapat diolah menjadi beragam menu sehat.
Ia menilai, pemanfaatan pangan lokal tidak hanya mendukung pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga membantu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan daerah.
“Melalui konsumsi B2SA, pangan lokal kita di Balangan sangat berlimpah. Tinggal bagaimana kita mengolahnya agar menarik dan lezat untuk dikonsumsi,” lanjutnya.
Dewi menambahkan, kegiatan cooking class ini juga dirangkai dengan sosialisasi petunjuk teknis Lomba Cipta Menu B2SA agar peserta memahami kriteria penilaian dan konsep menu yang akan dilombakan.
Sementara itu, Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Balangan, Budimah, menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia.
“Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, kita dapat meningkatkan gizi masyarakat, mendukung ekonomi lokal, dan mengurangi ketergantungan pada pangan impor,” ujarnya.
Menurutnya, penganekaragaman konsumsi pangan tidak hanya bertujuan memperluas pilihan makanan, tetapi juga menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, mengurangi ketergantungan pada satu jenis pangan pokok, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.







