Jaring Murid Baru, SMPN 1 Upau Tabalong Terapkan Inovasi Pembelajaran Jadi Daya Tarik di Tengah Persaingan
WARTABANJAR.COM, TANJUNG– SMP Negeri 1 Upau, Kabupaten Tabalong, menerima 58 peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Jumlah tersebut dinilai cukup menggembirakan mengingat sekolah ini harus bersaing dengan madrasah tsanawiyah (MTs) dan pondok pesantren yang berada di wilayah sekitarnya.
Kepala SMPN 1 Upau, Sugeng Prayetno, mengatakan penerimaan peserta didik baru di sekolahnya mengikuti ketentuan sistem zonasi.
Karena itu, calon siswa yang dapat diterima berasal dari empat desa, yakni Masingai I, Masingai II, Lok Batu, dan Bilas.
"Jumlah lulusan SD dari empat desa tersebut sebanyak 80 siswa. Alhamdulillah, tahun ini kami menerima 58 siswa baru. Sisanya memilih melanjutkan pendidikan ke MTs maupun pondok pesantren," ujar Sugeng pada wartabanjar.com, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan sekolah umum memiliki tantangan tersendiri, terutama karena berada berdekatan dengan lembaga pendidikan berbasis agama yang menjadi pilihan sebagian masyarakat.
"Perjuangan sekolah umum yang berdekatan dengan MTs atau pondok pesantren memang cukup berat. Bahkan pada tahun-tahun sebelumnya kami hanya mendapat 11 siswa. Untuk itu kami terus melakukan inovasi agar siswa tertarik dan kepercayaan orang tua semakin meningkat," katanya.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah menghadirkan pelajaran tambahan keagamaan, seperti Bahasa Arab, Fikih, dan Akidah, dengan memanfaatkan potensi tenaga pendidik yang dimiliki sekolah.
Selain itu, SMPN 1 Upau juga memperkuat berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diminati siswa, di antaranya Pramuka, drumband, Pasukan Pengibar Bendera (Paskib), dan futsal.
BACA JUGA: Para Pelajar Berderai Air Mata Saat Cuci Kaki Orang Tua di Acara Perpisahan SMPN 1 Upau Tabalong
BACA JUGA: SMPN 1 Upau Isi Awal Pembelajaran dengan Kegiatan Religi Selama Ramadhan
Sugeng mengakui pengembangan program tersebut membutuhkan dukungan anggaran, termasuk untuk memberikan insentif kepada para pelatih kegiatan ekstrakurikuler.
Meski demikian, ia menilai pencapaian penerimaan 58 siswa dari total 80 lulusan SD di wilayah zonasi sudah merupakan hasil yang positif.