Disdag HST Perketat Pengawasan Harga MinyaKita di Pasar Keramat Barabai
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Dinas Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai memperketat pengawasan penjualan MinyaKita di sejumlah kios penyalur resmi setelah muncul keluhan masyarakat terkait harga yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemantauan dilakukan langsung di sejumlah kios mitra penyalur Bulog yang berada di kawasan Pasar Keramat dan Pasar Agrobisnis Barabai.
Kepala Dinas Perdagangan HST, Irfan Sunarko mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan MinyaKita yang dijual oleh kios penyalur resmi tetap sesuai ketentuan pemerintah.
Menurutnya, monitoring dan pengawasan dilakukan dengan menempatkan petugas di sejumlah kios penyalur resmi MinyaKita yang menjadi mitra Bulog.
“Monitoring dan pengawasan ini dilakukan untuk menjawab isu yang beredar terkait harga MinyaKita yang melebihi HET,” ujar Irfan, Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan ketentuan pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter atau Rp31.400 untuk kemasan dua liter.
Dari hasil monitoring sementara, petugas masih menemukan sejumlah kios yang menjual MinyaKita di atas HET. Beberapa kios tercatat menjual MinyaKita kemasan dua liter dengan harga Rp32.000 hingga Rp33.000 per kemasan.
Meski demikian, petugas juga menemukan sejumlah kios yang masih menjual sesuai ketentuan HET, yakni Rp31.400 untuk kemasan dua liter.
Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar pengawasan lanjutan yang dilakukan Dinas Perdagangan.
Irfan mengatakan pengawasan akan dilakukan selama empat hari ke depan sebagai upaya memastikan penjualan MinyaKita berjalan sesuai aturan yang berlaku.
BACA JUGA: Pasokan Cabai Menipis, Harga Cabai Rawit Hijau di HST Capai Rp130 Ribu per Kilogram
BACA JUGA: Disdag HST Gelar Pasar Murah di 5 Kecamatan Jelang Idul Adha 2026
“Rencana empat hari kami pantau. Mudah-mudahan pedagang semakin sadar dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menegaskan pengawasan yang dilakukan Dinas Perdagangan saat ini difokuskan pada kios-kios penyalur resmi yang menjadi mitra Bulog.
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Keramat Barabai, Fauzan, mengaku pasokan MinyaKita yang diterimanya tidak selalu tersedia dalam jumlah yang sama.