Ia meyakini penguatan pendidikan dan pembinaan keluarga dapat memberikan dampak luas terhadap berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.
Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mampu menekan angka pernikahan dini, mengurangi perceraian serta mencegah stunting di Kabupaten Banjar.
“Kalau keluarga kuat dan pendidikan anak terjaga, maka dampaknya akan dirasakan pada banyak sektor kehidupan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap program yang telah berjalan di Desa Astambul Seberang.
Melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan program yang telah dibangun dapat berjalan berkelanjutan.
BACA JUGA: Cegah Stunting di Kabupaten Banjar, 5 Puskesmas ini Dapat Bantuan
BACA JUGA: 80 Pelajar Banjar Ikuti Jambore Genre Cegah Pernikahan Dini
“Segala kekurangan yang ditemukan selama proses evaluasi nantinya akan dibenahi secara bertahap demi tercapainya ketahanan keluarga yang mandiri,” katanya.
Terpisah, Pambakal Desa Astambul Seberang, Sahruji menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan melalui program peningkatan kualitas keluarga tersebut.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Upaya yang dilakukan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan bimbingan, arah serta masukan yang membangun dari Tim TPK2D Provinsi Kalsel agar kualitas hidup masyarakat baik dari aspek kesehatan, ekonomi maupun pendidikan dapat terus meningkat di masa depan,” tutupnya. (wartabanjar.com/*/IKhsan)







