WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN– Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. dr. Iwan Aflanie, resmi menjadi pendaftar pertama dalam proses pemilihan Rektor ULM periode 2026–2030, Jumat (29/5/2026) pagi.
Kehadiran Dr. Iwan di Gedung Rektorat ULM Banjarmasin untuk menyerahkan berkas pendaftaran tidak hanya didampingi keluarga, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah dosen muda, akademisi senior hingga Guru Besar ULM.
Bagi Dr. Iwan, langkah maju dalam bursa pemilihan rektor bukan sekadar mengikuti kontestasi kepemimpinan kampus, melainkan bentuk pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai alumni ULM.
“Ini adalah panggilan hati saya untuk ikut membangun ULM. Saya ingin mewakafkan waktu, pikiran dan tenaga demi kemajuan almamater yang kami cintai,” ujarnya usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Dalam visi kepemimpinannya, Dr. Iwan mengusung konsep “Think, Act, and Impact” atau berpikir, bertindak dan berdampak.
Menurutnya, perguruan tinggi saat ini dituntut tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kampus tidak cukup hanya melahirkan ide dan wacana. Harus ada implementasi nyata yang memberikan dampak bagi masyarakat luas,” jelasnya.
Ia menilai, arah pengembangan perguruan tinggi saat ini harus sejalan dengan semangat “Universitas Berdampak” yang digaungkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. “Kita ingin ULM terus berkembang menjadi kampus yang inovatif, aktif bergerak dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Langkah pencalonan Dr. Iwan juga mendapat dukungan kuat dari kalangan akademisi senior ULM.
Guru Besar ULM, Prof. Dr. dr. Zairin Noor, menilai ULM membutuhkan pemimpin yang memiliki visi besar, energi tinggi serta mampu membawa universitas bersaing di level nasional maupun internasional.
“ULM adalah universitas besar dan tantangannya ke depan juga semakin besar. Karena itu dibutuhkan sosok yang punya semangat, visi dan kemampuan membawa kampus ini menuju internasionalisasi,” ujar Prof. Zairin.







