“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, sekaligus memperkokoh ketahanan wilayah dan semangat juang masyarakat. Inilah definisi sesungguhnya: prajurit pembangun sekaligus pelindung rakyat,” ungkap Mayjen TNI Zainul Arifin.

Peran ini dinilai sangat krusial karena menjembatani keberadaan militer dengan kebutuhan nyata warga, terutama di wilayah yang akses pembangunannya belum merata.

Kehadiran 314 prajurit baru ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat rasa aman masyarakat di seluruh penjuru Kalimantan.

Kepada seluruh prajurit lulusan Rindam XXII/Tambun Bungai yang akan segera ditempatkan, Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan pesan mendalam dan arahan yang tegas.

Para prajurit diingatkan untuk senantiasa menjaga kehormatan seragam, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai pedoman utama dalam bertindak.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Saat terjun ke Batalyon Teritorial Pembangunan, jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegasnya.

Pangdam juga mengimbau agar para prajurit memanfaatkan kemajuan teknologi dan inovasi untuk mendukung pelaksanaan tugas, serta harus cepat beradaptasi dengan kearifan lokal dan senantiasa menghargai budaya setempat.

“Buktikan bahwa TNI AD selalu hadir bersama rakyat, berakar di bumi pertiwi, dan berjuang demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kelulusan 17.000 prajurit baru secara nasional dan penempatan khusus 314 orang di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai menjadi bukti nyata transformasi TNI Angkatan Darat yang modern. Kini, TNI hadir tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan yang tangguh, tetapi juga mitra setia masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan wilayah Kalimantan. (Wartabanjar.com/*)

Editor Restu