Pemkab HST Tekankan Keluarga Berkualitas Jadi Fondasi Generasi Unggul
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan kualitas keluarga.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati HST, Gusti Rosyadi Elmi saat membuka kegiatan Penilaian Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D) Tahun 2026 di Kantor Desa Rantau Keminting, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Selasa (19/5/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Gusti Rosyadi Elmi menegaskan keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter dan kualitas generasi masa depan.
Menurutnya, keluarga yang harmonis dan sejahtera akan melahirkan generasi yang memiliki daya saing serta mampu menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Kami menyadari bahwa upaya peningkatan kualitas keluarga adalah proses yang berkelanjutan. Melalui momentum ini, mari kita perkuat komitmen dan kerja sama untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” ujarnya.
Kegiatan penilaian tersebut turut dihadiri Tim Evaluasi Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri dari unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA-KB), BKKBN, serta TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain itu, jajaran SKPD Pemerintah Kabupaten HST, Camat Labuan Amas Utara, hingga para pembakal se-Kecamatan Labuan Amas Utara juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua TP PKK HST, Ni’matul Izzati turut membacakan sambutan Ketua TP PKK HST, Deni Era Yulyantie.
Dalam sambutannya disampaikan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter, pendidikan, hingga kesejahteraan anggota keluarga.
Ia juga mengajak seluruh pihak terus memperkuat sinergi dalam mendukung program peningkatan kualitas keluarga guna menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan harmonis.
Pemerintah Kabupaten HST berharap pelaksanaan PK2D tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana evaluasi dalam meningkatkan kualitas program pembangunan keluarga di daerah.