WARTABANJAR.COM - Balapan utama MotoGP Catalunya yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Minggu (17/05/2026) malam, berhasil dimenangkan Fabio Di Giannantonio. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut finis dengan catatan waktu 20 menit 06.243 detik.

Namun pascabalapan pengumuman mengejutkan dikeluarkan steward MotoGP, sekitar 90 menit setelah race selesai. Hasil akhir MotoGP Catalunya 2026 pun mengalami perubahan besar.

Pasalnya, lima pembalap dijatuhi penalti pascabalapan akibat pelanggaran tekanan ban minimum. Satu di antara pembalap yang dihukum adalah Joan Mir yang finis kedua.

Baca Juga: Di Giannantonio Raih Podium Pertama MotoGP Catalunya

Baca Juga: Balapan MotoGP Catalunya Dua Kali Dihentikan, Alex Marquez Dilarikan ke Rumah Sakit

Fabio Di Giannantonio tetap mempertahankan kemenangan usai finis pertama di Circuit de Barcelona-Catalunya.

Posisi Joan Mir digantikan Fermin Aldeguer (Gresini) setelah finis ketiga. Sedang podium ketiga ditempati Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) akhirnya berhak finis ketiga, sekaligus mempersembahkan podiumnya yang perdana pada main race musim ini.

Penalti yang dijatuhkan membuat susunan klasemen balapan bergeser cukup drastis.

Sebanyak enam rider diketahui mendapat sanksi. Lima di antaranya dihukum karena pelanggaran terkait tekanan ban minimum, sementara satu pembalap lainnya dikenai penalti akibat insiden tabrakan di lap terakhir.

Usai race, steward mengumumkan pemeriksaan terhadap enam pembalap yang diduga tidak memenuhi regulasi tekanan ban.

Mereka adalah Joan Mir (Honda HRC Castrol), Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP), Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team), Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP Team), Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP), dan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) terkait tekanan ban rendah pada balapan restart 12 lap.

Dari enam pembalap yang diperiksa, lima di antaranya akhirnya resmi dijatuhi penalti waktu 16 detik setelah balapan. Joan Mir menjadi nama terbesar yang terkena dampak.

Pembalap Honda HRC Castrol itu kehilangan posisi runner-up akibat hukuman tersebut. Sementara itu, Pecco Bagnaia lolos dari penalti setelah tekanan ban rendah pada motornya dinyatakan disebabkan kebocoran pelek roda, bukan pelanggaran teknis yang disengaja.