“Air di dalam rumah sudah mencapai sekitar 20 sentimeter, termasuk di kawasan Gang hingga pinggang,” ujarnya.
Sebelumnya, kenaikan debit air juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Kecamatan Hantakan, Batu Benawa hingga kawasan objek wisata sungai.
Kepala BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadi, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan di sejumlah titik terdampak sejak pagi hari.
“Tim masih di lapangan melakukan monitoring. Sejauh ini yang terjadi merupakan luapan sungai akibat tingginya debit air,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa wilayah terdampak mengalami genangan di akses jalan maupun permukiman warga, terutama kawasan yang berada dekat bantaran sungai.
Cuaca di sebagian besar wilayah HST hingga Senin pagi masih terpantau mendung dengan potensi hujan susulan.
BPBD mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan segera melakukan evakuasi mandiri, apabila debit air meningkat secara cepat.
“Warga diminta berhati-hati. Jika air terus naik agar segera mengamankan barang berharga dan mematikan aliran listrik,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)







