Sebelum pelaksanaan sidang isbat akan dilakukan prosesi rukyatul hilal di 88 lokasi seluruh Indonesia.
Untuk Kalsel berlokasi di rooftop Zuri Express Hotel, Banjarmasin.
Sementara di Kalteng, rukyatul hilal diadakan di menara Masjid Raya Darussalam, Palangkaraya.
Sebelumnya, PP Muhammadiyah lebih dahulu mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memprediksi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 2026 berlangsung serentak.
Sebelumnya, PP Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu 27 Mei 2026.
“Insya Allah Idul Adha 1447 H seragam,” kata Thomas Djamaluddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Dijelaskan oleh Thomas Djamaluddin, saat prosesi rukyatul hilal, posisi hilal atau bulan saat Magrib sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir seluruh dunia.
Berdasarkan perhitungan astronomi, kriteria penetapan awal Zulhijah, baik Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi, diperkirakan sama-sama terpenuhi.
“Maka, KHGT (Kalender Hijriah Global Tunggal yang digunakan Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) juga sama dengan MABIMS (kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura yang digunakan pemerintah), awal Zulhijah 1447 pada 18 Mei 2026 dan Idul Adha 27 Mei 2026,” ujarnya. (Wartabanjar.com)







