Masyarakat juga diminta melaporkan dugaan pelanggaran, melalui layanan call center 135 maupun kanal pengaduan resmi Pertamina, jika menemukan pelanggaran di SPBU.
Saat ditanya jumlah lembaga penyalur resmi di Kalimantan Selatan, Bondan menyebut saat ini terdapat sebanyak 140 SPBU reguler.
“Ada 140 SPBU reguler di wilayah Kalimantan Selatan. Kemudian ada juga Pertashop yang menjangkau wilayah terpencil sekitar 143,” ujarnya.
Bondan juga memastikan, stok BBM subsidi di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman.
Bahkan, ia menyebut kondisi distribusi BBM di Kalsel masih relatif kondusif dibanding sejumlah daerah lain.
“Kalau provinsi lain mungkin ada keributan, kita di sini masih adem ayem aja,” katanya.
Meski begitu, ia menjelaskan antrean kendaraan solar yang terlihat di SPBU bukan disebabkan kelangkaan BBM.
“Untuk Pertalite tidak ada antrean. Kalau Solar, antrean terlihat karena kapasitas fisik SPBU lebih kecil dibanding kendaraan yang mengisi,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)







