WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kerakyatan terus dipacu oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui optimalisasi pembangunan infrastruktur skala kecil yang melibatkan tenaga kerja lokal secara masif di wilayah Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Rabu (13/5/2026).
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Padat Karya Bidang Sumber Daya Air ini menjadi momentum krusial bagi Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, untuk menyerahkan dokumen kontrak swakelola TP4 kepada kelompok masyarakat.
Baca Juga Lagu Indonesia “Tabola Bale” Masuk Nominasi Best Song Asia di Ajang Music Awards Japan 2026
Agenda ini mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan pemberdayaan warga setempat sebagai aktor utama pembangunan di lingkungannya sendiri.
Baca Juga Lagu Indonesia “Tabola Bale” Masuk Nominasi Best Song Asia di Ajang Music Awards Japan 2026
Dalam arahannya, Bupati H. Rahmat Trianto menggarisbawahi bahwa inisiatif ini merupakan pilar utama visi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Muhammad Zazuli. Fokusnya jelas, infrastruktur terbangun, lapangan kerja tercipta, dan daya beli masyarakat desa meningkat.
”Padat karya adalah program yang menggunakan tenaga manusia. Artinya, masyarakat setempat diberdayakan untuk bekerja sehingga ada perputaran ekonomi langsung di desa,” ujar Bupati.
Konsep pembangunan “Bottom-Up” atau dari bawah ke atas menjadi alasan mengapa program ini menyasar hingga tingkat RT.
Masyarakat lokal dianggap paling kompeten dalam mengidentifikasi kebutuhan mendesak, mulai dari normalisasi irigasi hingga perbaikan gorong-gorong.
Meski memiliki aspirasi untuk menyentuh seluruh 1.600 RT di 130 desa dan 5 kelurahan, Bupati mengakui adanya tantangan finansial yang membuat implementasi dilakukan secara selektif berdasarkan skala prioritas.







