Monev Padat Karya Digelar di Takisung Tanah Laut

Masyarakat lokal dianggap paling kompeten dalam mengidentifikasi kebutuhan mendesak, mulai dari normalisasi irigasi hingga perbaikan gorong-gorong.

​Meski memiliki aspirasi untuk menyentuh seluruh 1.600 RT di 130 desa dan 5 kelurahan, Bupati mengakui adanya tantangan finansial yang membuat implementasi dilakukan secara selektif berdasarkan skala prioritas.

​”Kita berharap seluruh RT nantinya bisa merasakan program ini secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah,” katanya.

​Lebih lanjut, keterlibatan aktif para kepala desa dianggap sebagai kunci keberhasilan program.

Tanpa sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan desa, manfaat nyata bagi warga sulit dicapai secara maksimal.

Bupati juga memberikan peringatan keras mengenai integritas penggunaan dana publik dalam proyek-proyek ini agar tetap berada pada koridor hukum dan transparansi.

​”Kelola anggaran ini dengan baik, transparan, dan penuh tanggung jawab. Mari kita bersama-sama peduli terhadap pembangunan daerah kita,” pesannya.

​Berdasarkan data teknis, proyek yang telah dipersiapkan sejak Februari 2026 ini melibatkan 25 Ketua RT di Kecamatan Takisung. Dengan durasi kerja 60 hari, progres fisik saat ini sudah menyentuh angka 30 persen.

​Dampak ekonominya pun mulai terasa nyata. Sebanyak 375 warga desa terserap sebagai tenaga kerja dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp910 juta hanya dari sektor upah.

Angka ini diharapkan menjadi stimulus bagi roda ekonomi di Takisung di tengah pengerjaan fisik seperti rehabilitasi jembatan dan pembersihan saluran air.