Dalam percakapan tersebut, Rifqinizamy menyampaikan bahwa para peserta diundang ke Jakarta dan difasilitasi oleh MPR RI dengan pendampingan dari pihak sekolah.

Profil Josepha Alaxandra

Siswi bernama lengkap Josepha Alexandra Roxa Potifera atau akrab disapa Ocha adalah siswa berprestasi dan aktif di sekolahnya.

Seperti dilansir akun Instagram SMAN 1 Pontianak, Ocha pernah menorehkan beberapa prestasi antara lain: juara 2 LCC Kebangsaan 2025, juara 1 LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalbar 2025, juara 2 LCC 4 Pilar MPR RI 2026 dan aktif di organisasi Generasi Berliterasi (Gebrasi) Pontianak.

Polemik LCC 4 Pilar Kalbar bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai minus lima dari dewan juri terkait jawaban mengenai proses pemilihan anggota BPK.

Dalam tayangan yang viral di media sosial, Ocha menjawab pertanyaan dengan menyebut bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan presiden.

Namun jawaban tersebut dinyatakan salah oleh dewan juri yang dipimpin Dyastasita WB.

Tragisnya, pertanyaan yang sama dijawab Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan substansi serupa dan dinyatakan benar dengan nilai penuh.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” interupsi Josepha mendengar putusan dewan juri itu.

Namun, dewan juri menyebut jawaban timnya Yosepha tidak terdengar jelas saat menyebut unsur DPD.

“Keputusan saya kira di dewan juri ya,” kata Dyastasita.

Dewan juri lainnya, Indri Wahyuni menjelaskan bahwa artikulasi menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.

“Begini ya, kan sudah diingatkan dari awal, artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas, itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima,” katanya.

Video kejadian tersebut kemudian viral di medsos.

Netizen pun menilai jawaban tim SMAN 1 Pontianak benar sehingga putusan dewan juri dipertanyakan.

Kritik publik terhadap objektivitas penilaian dewan juri ini mendapat perhatian pimpinan MPR RI.