Guru BK Potong Paksa Rambut Siswi SMKN 2 Garut Jawa Barat
Ukuran Huruf:
Purqon sempat mengatakan, pemotongan rambut dilakukan oleh guru karena para siswi tersebut mewarnai rambut mereka, dan itu dianggap melanggar peraturan.
Guru BK bernama Ani Musaidah, terpisah menyampaikan permintaan maaf kepada para siswi, orangtua, dan masyarakat yang menilai dia bertindak berlebihan melakukan pemotongan rambut secara paksa.
"Saya minta maaf kepada anak-anak. Saya sekarang psikologisnya lagi enggak baik," ujarnya kemarin.
"Tindakan pemotongan rambut saat razia sudah berdasar peraturan sekolah. Tapi saya menyadari kalau tindakan ini bisa menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat," ujar Ani Musaidah. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)