Lokasi-lokasi tersebut tersebar di lintas kecamatan, mulai dari Bati-Bati, Tambang Ulang, Pelaihari, Panyipatan, Batu Ampar, hingga wilayah pesisir seperti Jorong dan Kintap.
Pemetaan ini didasarkan pada data historis kerawanan kecelakaan di masing-masing wilayah hukum tersebut.
Strategi ini diharapkan tidak sekadar menjadi ornamen jalan, melainkan instrumen efektif dalam mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Melalui efek kejut visual ini, Satlantas Polres Tanah Laut menargetkan adanya perubahan perilaku pengendara secara signifikan demi menurunkan grafik kecelakaan di Kabupaten Tanah Laut.(Wartabanjar.com/Gazali)
Foto HumasPolrestala
Ket. Satlantas Polres Tanah Laut memasang replika mobil patroli dan figur anggota polantas di salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Tanah Laut.







