Isu Penutupan Gunung Halau-Halau, Disporabudparekraf HST Siap Fasilitasi Dialog
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Isu penutupan aktivitas pendakian di Gunung Halau-Halau menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf) HST mengambil langkah awal dengan membuka ruang komunikasi bersama para pemangku kepentingan.
Kepala Dinas melalui Kabid Pariwisata Disporabudparekraf HST, M. Ihsan, mengatakan koordinasi awal telah dilakukan dengan pihak desa yang berkaitan dengan jalur pendakian, yaitu Hinas Kiri dan Juhu.
“Sudah ada koordinasi via telepon dengan pihak Desa Hinas Kiri dan Juhu. Dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan, dan kami siap memfasilitasi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk menghimpun berbagai pandangan sebelum diambil keputusan lebih lanjut terkait aktivitas pendakian.
“Kami membuka ruang bagi semua pihak untuk menyampaikan alasan dan pertimbangan terkait kondisi di lapangan, sehingga dapat dicari solusi terbaik bersama,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan yang diambil nantinya harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari nilai adat, kelestarian lingkungan, hingga keberlanjutan sektor pariwisata.
Selain itu, komunikasi lintas pihak dinilai penting guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat, terutama setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Disporabudparekraf juga menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil diharapkan memiliki dasar yang jelas serta dapat diterima oleh semua pihak.
Pertemuan yang direncanakan dalam waktu dekat itu diharapkan dapat memberikan kepastian terkait status pendakian Gunung Halau-Halau ke depan. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu