WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN –  Menjelang Pentahbisan gedung baru dan peringatan 75 tahun Gereja Yesus Sejati pada 3 Mei 2026 mendatang, tidak banyak yang tahu riwayat perkembangan gereja yang berdiri sejak 1951 itu.

Adalah Johnny Kim merupakan saksi hidup perkembangan Gereja Yesus Sejati.

Dia menceritakan awal GYS Banjarmasin yang dibangun sejak 1951 bersamaan dengan tahun kelahiran dirinya.

Sejak 1951 hingga 1961 tempat gereja difasilitasi atau disediakan oleh kakeknya,  Kim Neng It yang awalnya GYS menempati bagian ruang depan rumahnya, Jalan Sukaramai 6A atau sekarang dikenal Jalan Hasanuddin HM,  depan kantor Garuda. Johnny Kim tinggal disebelah kanan gereja GYS nya.

Setelah 1961 GYS pindah ke gerejanya sendiri di Jalan AES Nasution No 1A.

“Inilah cikal bakal atau pertama kali GYS Banjarmasin memiliki gedung sendiri, yaitu pada 1961. Saat itu ukuran kecil  mungil dengan lebar sekitar 5 6 meter dengan panjang  15 meter di Jalan AES Nasution,” katanya kepada wartabanjar.com, Jumat (24/8/2026)

Johnny Kim menuturkan, saat itu usianya baru 10 tahun sering bermain dan duduk bersimbah di lantai halaman gerenya.

Kemudian pada 1981 dirinya ditugaskan majelis sebagai pimpinan proyek pembangunan Gereja 1982 yang bertugas menegosiasikan dengan pemilik tanah eks pabrik kecap lokal, yang mana tanah kosong tersebut selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah rumah-rumah yang menghadap Jalan Veteran” tuturnya.

Mengenang saat itu, yang mana negosiasinya cukup alot. Setelah tanah berhasil dibeli GYS, kembali pada 1982-1983 Johnny Kim mendapat tugas untuk merencanakan dan mendesain serta memimpin pembangunan gedung  GYS tahap ketiga, hingga akhirnya selesai dan diresmikan pada 1983. 

“Setelah rehab yang ketiga ini dan sampai 2025 GYS berfungsi selama 43 tahun,” imbuhnya.

Lanjut Johnny Kim, pada 1993, dirinya ditugaskan lagi menegokan pembebasan atau pembelian tanah yang saat ini jadi Gedung sekolah Kanaan SD-SMP sekaligus medesain dan sekaligus membangun gedung sekolahnya yang bertingkat empat.

Ternyata negosiasi tanahnya cukup berliku juga. Dirinya bersyukur akhirnya berhasil menyepakati proses jual belinya dengan sistem ruislag.