WARTABANJAR.COM, BARABAI – Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 Nasional yang digelar Dinas Pemuda Olahraga Budaya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf) bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Barabai.

Kegiatan yang dimulai sejak Jumat (24/4/2026) di Hotel Madani tersebut diikuti perwakilan dari 38 cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI HST.

Ketua KONI HST, Yajid Fahmi AS, mengatakan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga pelatih fisik yang selama ini masih terbatas di masing-masing cabang olahraga.

“Selama ini masih belum ada pelatih fisik yang secara khusus menangani aspek kebugaran atlet. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat langsung mengambil peran di cabornya masing-masing,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Baca Juga Rumah Warga di Desa Pangelak Tabalong Ludes Terbakar, Kerugian Rp75 Juta

Ia menjelaskan, para peserta dibekali materi terkait teknik evaluasi dan pemantauan performa atlet secara profesional, sehingga pola latihan yang diterapkan ke depan dapat lebih terukur dan berbasis program yang jelas.

“Kami ingin menghilangkan stigma bahwa latihan hanya sekadar rutinitas. Setiap cabor di HST diharapkan mampu menerapkan pola latihan yang terukur,” tambahnya.

Pelatihan ini menghadirkan instruktur dari kalangan akademisi dan praktisi olahraga tingkat nasional, di antaranya Prof. Dr. Devi Tirtawirya, M.Or dari Universitas Negeri Yogyakarta, Dr. Imam Hariadi, M.Kes dari Universitas Negeri Malang, serta Prof. Dr. Ria Lumintuarso, M.Si.

Salah satu peserta, M. Rizky Fadilah, mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru terkait pentingnya perencanaan latihan fisik yang tepat bagi atlet.

“Materinya sangat bermanfaat, terutama untuk memahami bagaimana menyusun program latihan fisik yang benar dan terukur. Ini sangat membantu untuk diterapkan di cabang olahraga masing-masing,” ungkapnya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan pembinaan atlet di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat semakin optimal melalui kolaborasi antara pelatih fisik dan pelatih cabang olahraga.