Papuyu hingga Tomat Picu Kenaikan Harga, Inflasi HST Maret Tembus 0,38 Persen

Sementara itu, pergerakan harga juga terlihat pada komoditas minyak goreng di pasaran.

Kepala Bulog HST, M. Riza Wahyudi Al-Akram, menyebut harga “Minyak Kita” di daerah masih lebih tinggi akibat biaya distribusi.

Di tingkat pabrik, harga tercatat Rp13.500 per liter, namun di HST mencapai Rp14.500 per liter.

“Biaya angkutan sekitar Rp400 per liter. Jika ada subsidi, harga bisa ditekan hingga Rp14.100,” jelasnya.

Ia menambahkan, distribusi minyak goreng oleh Bulog masih terbatas, yakni sekitar 20 persen dari kebutuhan pasar.

Sementara itu, stok beras di HST dipastikan aman dengan ketersediaan sekitar 5.000 ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.

Bulog juga telah menyalurkan bantuan pangan sebanyak 700 ton.

Namun, distribusi beras menghadapi kendala baru akibat kelangkaan karung.

“Yang jadi kendala sekarang bukan beras, tetapi karungnya yang mulai langka,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda HST, Ahmad Zaid, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengendalian inflasi melalui deteksi dini, kerja sama antar daerah, serta peningkatan kinerja pengendalian. (wartabanjar.com/Adew)

Editor: Yayu