WARTABANJAR.COM, BARABAI– Kenaikan harga sejumlah komoditas lokal seperti ikan papuyu, jagung manis, dan tomat menjadi pemicu utama inflasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Maret 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara bulanan (month to month) mencapai 0,38 persen.
Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi tercatat sebesar 1,68 persen.
Tekanan tersebut terutama berasal dari konsumsi rumah tangga.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 1,02 persen dan andil 0,44 persen terhadap inflasi umum.
Kepala BPS HST, Agus Salim, menjelaskan komoditas pangan masih mendominasi penyumbang inflasi di daerah.
“Ikan papuyu tercatat memberi andil terbesar sebesar 0,21 persen. Disusul jagung manis dan tomat masing-masing 0,13 persen, serta telur ayam ras sebesar 0,12 persen,” ujarnya dalam rapat koordinasi TPID, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, kenaikan harga cabai merah dan daging ayam ras juga turut memberikan tekanan.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan.
Sejumlah bahan pangan justru mengalami penurunan harga yang ikut menahan laju inflasi.
“Ikan gabus mencatat deflasi terdalam sebesar -0,23 persen, diikuti kacang panjang -0,11 persen, serta beras dan emas perhiasan masing-masing -0,08 persen,” tambahnya.







