Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pemerintah dalam memperluas jangkauan promosi hingga tingkat internasional, tetapi juga oleh wisatawan, termasuk penyandang disabilitas dan lansia, yang dapat menikmati destinasi secara virtual. Bagi pelaku usaha, teknologi ini membuka peluang peningkatan kepercayaan konsumen melalui transparansi visual, sementara masyarakat turut merasakan dampaknya melalui peningkatan kunjungan wisata yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Sekdaprov Syarifuddin juga memaparkan penguatan layanan melalui Tourism Information Center (TIC), baik dalam bentuk fisik maupun digital. TIC Digital Nusantara yang hadir di Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi pusat informasi bagi wisatawan yang baru tiba di Kalimantan Selatan. Layanan ini menyediakan informasi lengkap mengenai destinasi, transportasi, akomodasi, hingga estimasi biaya perjalanan di 13 kabupaten/kota.

Dengan sistem ini, pemerintah dapat memantau pola kunjungan wisatawan secara lebih akurat, sementara wisatawan memperoleh kemudahan dalam merencanakan perjalanan tanpa kendala informasi. Di sisi lain, pelaku usaha mendapatkan eksposur langsung kepada calon pelanggan sejak kedatangan mereka di daerah.

Tak kalah penting, kerja sama strategis dengan AirAsia turut menjadi bagian dari capaian yang dipresentasikan. Kolaborasi tersebut menghasilkan pembukaan rute penerbangan internasional langsung Kuala Lumpur–Banjarmasin pulang-pergi yang mulai beroperasi pada 20 Oktober 2025.

Kehadiran rute ini dinilai memberikan dampak signifikan, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah, efisiensi perjalanan bagi wisatawan, hingga lonjakan kunjungan yang berdampak pada sektor perhotelan, UMKM, dan lapangan kerja di bidang pariwisata dan transportasi.

Dalam kesempatan itu, Sekdaprov Syarifuddin juga memaparkan berbagai penghargaan yang berhasil diraih selama masa kepemimpinannya, baik saat menjabat sebagai Penjabat Bupati Tapin maupun dalam kapasitasnya sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.