WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kabut asap terlihat cukup pekat menyelimuti kawasan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (16/09/2026) pagi. 

Sekitar pukul 07.30 Wita, kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan Taman Dwi Warna dan mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di ruang terbuka.

Pantauan Wartabanjar.com, jarak pandang di kawasan taman masih memungkinkan untuk beraktivitas. 

Namun, udara terasa kurang nyaman ketika digunakan untuk berolahraga, sehingga beberapa warga memilih mengenakan masker.

Meski demikian, warga tetap berdatangan ke Taman Dwi Warna untuk berjalan kaki dan berolahraga. 

Aktivitas pagi berlangsung seperti biasa, hanya saja sebagian pengunjung menyesuaikan diri dengan kondisi udara yang kurang bersahabat.

Hana, salah seorang warga yang berolahraga di kawasan tersebut, mengatakan kondisi udara membuatnya mengalami gangguan pernapasan.

“Bikin sesak napas dan bersin-bersin. Kalau olahraga juga jadi terganggu, jadi harus pakai masker untuk menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, penggunaan masker menjadi pilihan ketika tetap ingin melakukan aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Empat Relawan BPK Karamat Barabai Terluka, Mobil Terbalik Saat Menuju Kebakaran Murung Taal HST

Baca Juga: Empat Rumah di Murung Taal Hangus, Dalam Sepuluh Hari Terjadi Empat Kebakaran di HST

Selain kondisi udara, lingkungan di sekitar kawasan taman juga terlihat masih dipengaruhi musim kemarau. 

Sejumlah tanaman tampak layu, sementara daun-daun pohon banyak yang berguguran karena kondisi yang kering.

Warga lainnya, Rizka, juga merasakan aktivitas di luar ruangan menjadi kurang nyaman pada pagi hari. Ia memilih menggunakan masker saat beraktivitas di tengah kondisi tersebut.

“Kalau kondisi seperti ini memang terasa kurang nyaman untuk olahraga. Jadi lebih baik pakai masker dan tidak terlalu lama berada di luar,” katanya.

Kondisi pagi itu membuat warga harus lebih memperhatikan aktivitas di ruang terbuka.  (wartabanjar.com)