WARTABANJAR.COM, BARABAI – Sebanyak 12 Gerai Koperasi Desa Merah Putih mulai dibangun di berbagai wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, sebagai langkah nyata mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Pembangunan gerai tersebut tersebar di tujuh kecamatan dan kini seluruhnya telah memasuki tahap pengerjaan, meskipun progres di masing-masing desa masih bervariasi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) HST, Edy Rahmawan, menyebutkan pembangunan dilakukan di 12 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Beberapa di antaranya berada di Desa Perumahan dan Tungkup, Kecamatan Labuan Amas Utara, serta Desa Awang, Hapingin, dan Ilung di Kecamatan Batang Alai Utara.

Selain itu, pembangunan juga mencakup Desa Murung B di Kecamatan Hantakan, Desa Mangunang Seberang dan Haruyan di Kecamatan Haruyan, Desa Karatungan dan Limpasu di Kecamatan Limpasu, Desa Mahela di Kecamatan Batang Alai Selatan, serta Desa Kambat Selatan di Kecamatan Pandawan.

“Progres pembangunan di tiap lokasi berbeda-beda, namun semuanya masih terus berjalan. Sebelumnya kami juga telah berkoordinasi terkait kesiapan dan penyediaan lahan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan turut didukung jajaran TNI melalui Kodim 1002/HST. Keterlibatan Babinsa di lapangan membantu memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai rencana.

“Pendampingan ini penting agar pembangunan bisa lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM (Disperinakerkop) HST, Hasriani, menegaskan bahwa pembangunan gerai merupakan tahap awal dalam penguatan koperasi desa.

Menurutnya, setelah pembangunan fisik rampung, fokus selanjutnya adalah memastikan koperasi dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Pendampingan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari manajemen hingga tata kelola koperasi agar sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di HST telah menjangkau hampir seluruh wilayah, yakni 159 desa dan delapan kelurahan. Namun, operasional penuh masih menunggu penyelesaian pembangunan gerai.

“Setelah pembangunan selesai, kami akan fokus pada penguatan kelembagaan agar koperasi bisa langsung berjalan optimal,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Adew)

Editor: Andi Akbar