Inflasi Kalsel Turun ke Posisi 13 Nasional, Pasar Murah Jadi Faktor Utama Pengendalian Harga
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Inflasi di Kalimantan Selatan pada Maret 2026 menunjukkan perbaikan dengan turunnya posisi secara nasional dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 7 April 2026, posisi inflasi Kalsel mengalami perubahan signifikan.
“Di bulan Maret ini inflasi kita sudah menurun lumayan. Dari bulan Februari di tingkat 5 secara nasional, hari ini bulan Maret sudah di tingkat 13 secara nasional,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, perbaikan tersebut tidak lepas dari berbagai upaya pengendalian harga yang dilakukan pemerintah daerah.
“Ini tidak lain adalah berkat intervensi untuk harga-harga bahan pokok, yaitu kita mengadakan pasar murah di seluruh kabupaten/kota,” katanya.
Ia menyebut, kegiatan pasar murah telah dilaksanakan sebanyak 14 kali dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita bersama Polda, Korem, BKOW, dan juga Bulog Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Selain itu, upaya pengendalian inflasi juga melibatkan sejumlah dinas terkait, seperti Dinas Pertanian, Perkebunan, serta Kelautan dan Perikanan.
“Tidak hanya Dinas Perdagangan yang turun ke lapangan, tapi bersama-sama dengan SKPD lain,” katanya.
Ke depan, kegiatan serupa akan kembali dilanjutkan untuk menjaga stabilitas harga.
“Kita akan ada lagi pasar murah di awal Mei, dan dijadwalkan kembali menjangkau 14 kabupaten/kota,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya menargetkan posisi inflasi Kalimantan Selatan dapat terus membaik secara nasional.
“Kita berharap nanti bisa di peringkat 25 ke atas secara nasional, InsyaAllah. Ini kan hari ini masih 13 urutan nasional,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Andi Akbar