Prabowo Genjot Elektrifikasi 100 GW, Target Kurangi Impor BBM

WARTABANJAR.COM, MAGELANG — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kemandirian energi nasional melalui program elektrifikasi sebesar 100 gigawatt. Langkah strategis ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak (BBM).

Program elektrifikasi mencakup peralihan dari pembangkit berbasis diesel menuju energi bersih, termasuk rencana penutupan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.

“Program elektrifikasi 100 gigawatt kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel atau solar,” tegas Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah.

Menurut Prabowo, penutupan PLTD akan berdampak signifikan terhadap penghematan energi nasional.

“Dengan menutup 13 PLTD milik PLN, kita bisa menghemat 200 ribu barel per hari,” ujarnya.