WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan Kota Banjarbaru harus mampu meraih penghargaan Adipura pada 2026.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja di Komplek Rina Karya, RT 03 RW 04, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

“Wajib, wajib. Siap, jangan ditanya lagi, wajib. Awas kalau enggak. Ini kamu pantau menteri, kalau sampai ini enggak Adipura, menterinya mau sembunyi di mana? Lebih baik Walikotanya dicubit,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan dengan nada tegas yang diselingi candaan, mencairkan suasana dialog di lapangan.

Kedekatan itu terasa wajar, mengingat ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan sebelum berkiprah di tingkat nasional.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyatakan kesiapan pihaknya.

“Siap, wajib kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan penanganan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pemerintah kota akan menggerakkan peran masyarakat melalui perangkat wilayah.

“Saya komitmen untuk bisa menggerakkan masyarakat melalui lurah dan camat yang ada di Kota Banjarbaru,” lanjutnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap persoalan sampah.

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah pusat.

“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan bantuan sarana dan sokongan ke Banjarbaru,” ucapnya.

Ia menambahkan, penanganan sampah menjadi pekerjaan rumah yang terus diupayakan agar bisa menjadi Kota Banjarbaru yang elok dan bersih sesuai dengan visi misi. (wartabanjar.com/IKhsan)

Editor: Yayu