Laga seru ini diwarnai kontroversi wasit, terutama saat mengusir pemain Barcelona Pau Cubarsi.

Berawal dari pemain Atletico Madrid, Giuliano Simeone, berlari sendirian menuju gawang Barcelona usai menerima umpan terobosan dari Julian Alvarez di lini tengah.

Cubarsi langsung memotong jalur lari Simeone dari belakang lalu menjatuhkannya.

Wasit utama pertandingan, Istvan Kovacs awalnya memberikan kartu kuning kepada Cubarsi.

Setelah protes keras dari pelatih Atletico, Diego Simeone dan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah.

Keputusan kontroversial terjadi lagi pada menit ke-54.

Kiper Atletico, Juan Musso melakukan tendangan gawang datar ke arah kanan hingga ke tepi kotak penalti timnya sendiri.

Rekan setimnya, Pubill, menghentikan bola dengan tangannya, meletakkannya di garis gawang, kemudian melakukan tendangan gawang tersebut kembali.

Adegan tersebut langsung memicu protes di lapangan dan kemudian menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Wasit Istvan Kovacs (Rumania) tetap membiarkan permainan berlanjut, dan wasit video Christian Dingert (Thallichtenberg) pun tidak melakukan intervensi.

Pelatih Barcelona, Hansi Flick sangat kesal saat diwawancarai DAZN terkait kejadian tersebut.

"Kiper mengoper bola kepadanya, dan dia menyentuhnya dengan tangan. Ayolah, itu sangat jelas. Saya tidak tahu mengapa VAR tidak bertindak. Saya tidak mengerti," keluh Hansi Flick, dikutip dari laman BBC. (Wartabanjar.com/dwisud)

Editor: Yayu