WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Sebuah pabrik penggilingan padi di Desa Sungai Rukam 1 RT 04, Kecamatan Pugaan, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, terbakar pada Rabu (16/09/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.

Pabrik milik H Johan (70), warga Desa Sungai Hanyar, Kecamatan Banua Lawas, itu terbakar setelah api diduga muncul dari bagian dalam bangunan di sekitar mesin penggilingan.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh Basuni (35). Saat itu, ia mendengar suara seperti mesin sedang menyala dari dalam pabrik.

Ketika mengecek sumber suara tersebut, Basuni melihat api sudah menyala di sekitar mesin dan dengan cepat membesar.

Melihat kondisi tersebut, Basuni kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran dan relawan Unit Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Swadaya (UPBS).

Warga juga berupaya melakukan pemadaman secara manual, sembari menunggu petugas tiba di lokasi.

Tidak lama kemudian, UPBS wilayah Selatan bersama sejumlah relawan UPBS lainnya tiba dan langsung melakukan pemadaman.

Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar 30 menit setelah kejadian.

Dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, bangunan pabrik mengalami kerusakan dan terbakar sekitar 100 persen.

Baca Juga: Kabut Asap Kembali Pekat, Polres Tabalong Bagikan Masker Gratis kepada Pengendara

Baca Juga: Makan Batalam di Tabalong Berpeluang Pecahkan Rekor MURI

Kerugian materiil akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J melalui Kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

"Berdasarkan keterangan awal, api diduga berasal dari bagian dalam pabrik di sekitar mesin," ujar Heri.

Polres Tabalong mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi instalasi listrik, mesin, dan peralatan kerja dalam keadaan aman.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, terutama pada bangunan yang digunakan untuk kegiatan produksi dan memiliki peralatan mesin. (wartabanjar.com)