Royal Antwerp Tepikan Gyrano Kerk dan Nasib Ragnar Oratmangoen di Liga Belgia Terkait Paspoortgate
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Royal Antwerp memutuskan tidak melibatkan Gyrano Kerk ketika menghadapi Racing Genk dalam babak play-off Eropa Belgian Pro League. Winger berusia tiga puluh tahun itu merupakan pemain naturalisasi Suriname yang sebelumnya berkewarganegaraan Belanda sejak Juni tahun lalu.
Media Belgia Nieuwsblad menarasikan Royal Antwerp enggan mengambil risiko terhadap Gyrano Kerk akibat masalah status kewarganegaraan ganda pemain. Manajemen The Reds sementara menepikan Gyrano demi alasan keamanan agar tidak menimbulkan konsekuensi hukum maupun administratif bagi klub.
Klub sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terkait situasi Gyrano Kerk sebagai bentuk antisipasi kehati-hatian di tengah ketidakpastian regulasi. Situasi umum sangat tidak jelas sehingga Royal Antwerp FC tidak ingin mengambil risiko sebelum semuanya benar-benar dipastikan aman.
Nasib Ragnar Oratmangoen yang berkarier bersama FCV Dender juga belum diketahui secara pasti setelah membela Timnas Indonesia kemarin. Ragnar baru kembali ke klub FCV Dender usai memperkuat skuad Garuda dalam ajang internasional resmi FIFA Series dua.
Penyerang berusia dua puluh delapan tahun itu tercatat menjadi WNI pada Maret karena Indonesia tidak menganut kewarganegaraan ganda. FCV Dender terdekat bakal memainkan babak play-off degradasi Liga Belgia dengan menantang tuan rumah La Louviere malam nanti. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar