“Permintaan pasar banyak, kadang kita kewalahan,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, usaha budidaya yang dijalankan bersama anggotanya untuk memenuhi kebutuhan lokal saja kewalahan karena tingginya permintaan, padahal harga ikan Haruan saat ini mencapai Rp 50.000 – Rp 60.000 per kg.
Pengembangan budidaya ikan haruan tentu menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi para petani di Tabalong.
Pemerintah Kabupaten Tabalong juga tak tinggal diam, terbukti langsung memberikan dukungan baik dalam bentuk pembinaan maupun bantuan sarana.
Bahkan, pada 31 Maret 2026, kelompok Tani Sumber Rezeki menerima bantuan bibit ikan haruan sebanyak 10 ribu ekor dari pemerintah provinsi.
Bagi Mulyadi dan anggotanya, bantuan yang diberikan menjadi semangat untuk lebih solid dan tekun dalam budidaya ikan haruan yang kini tidak hanya menjadi upaya pelestarian komoditas lokal, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi para petani di Tabalong. (wartabanjar.com/Suhardi).
Editor Restu







