WARTABANJAR.COM, PALANGKARAYA – Sebuah fakta unik sekaligus menginspirasi datang dari sebuah desa di Kalimantan Tengah. Video yang viral di media sosial memperlihatkan hal yang tak biasa: seluruh perangkat desa, dari kepala desa hingga jajaran staf, diisi sepenuhnya oleh perempuan.

Fenomena ini membuat desa di "Bumi Tambun Bungai" yang dijuluki sebagai “desa perempuan”. Bukan sekadar simbol, para perempuan ini benar-benar menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat dan jalannya pemerintahan desa.

Di balik kebanggaan itu, tersimpan kisah perjuangan yang tak ringan. Salah satu aparat desa mengungkapkan bahwa mereka harus menjalankan berbagai peran sekaligus.

Mulai dari mengurus administrasi, melayani kebutuhan warga, hingga turun langsung ke lapangan. Semua dikerjakan dengan tuntutan harus sigap, serba bisa, dan siap kapan saja.

Fakta-Fakta Menarik:

Seluruh jabatan perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga staf, dipegang oleh perempuan.
Para aparat desa perempuan ini dikenal tangguh dan mampu menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan masyarakat secara menyeluruh.
Mereka menghadapi beban kerja yang tinggi, namun tetap menjalankan tugas dengan dedikasi.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan kuatnya peran perempuan di tingkat desa. Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga memimpin, mengelola, dan memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik.

Kondisi ini juga sejalan dengan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dikembangkan di Kalimantan Tengah, termasuk di wilayah Lamandau dan Barito Selatan, untuk memperkuat keterlibatan perempuan dalam pembangunan.

Apa Saja Tugas Aparat Desa?

Sebagai penggerak utama pemerintahan desa, para aparat ini memiliki tanggung jawab besar, antara lain:

Menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa
Mengelola keuangan dan perencanaan pembangunan
Melayani kebutuhan masyarakat
Menjaga ketertiban dan kesejahteraan warga
Turun langsung ke lapangan untuk memastikan program berjalan

Kisah ini menjadi bukti bahwa perempuan mampu mengambil peran penuh dalam pemerintahan hingga tingkat desa. Di tengah berbagai tantangan, mereka tetap berdiri di garis depan, memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.