WARTABANJAR.COM, BARABAI – Warga Desa Ilung, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dihebohkan dengan aksi seorang pria yang diduga melakukan pencurian, Minggu (29/06/2026).

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @wargabanua.official. Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat naik ke atas atap rumah warga setelah aksinya diduga ketahuan.

Pelaku tidak dapat melarikan diri karena sudah dikepung oleh warga yang berkumpul di sekitar lokasi. Situasi sempat menegangkan saat pria tersebut terlihat membawa senjata tajam jenis parang panjang dan mengancam warga.

Akibatnya, sejumlah warga yang berada di lokasi berlarian menjauh untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Beruntung, aparat kepolisian bersama warga akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut. Hingga kini, belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian maupun identitas pelaku.

Data Kasus Pencurian di Hulu Sungai Tengah 2026

Wartabanjar.com merangkum sejumlah kasus pencurian yang terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sepanjang 2026:

  1. Pencurian dengan Aksi Dramatis

Lokasi: Desa Ilung, HST
Waktu: Maret 2026
Kronologi:
Pelaku nekat naik ke atap rumah warga saat aksinya ketahuan.
Situasi:
Mengacungkan parang ke arah warga sehingga menimbulkan ketegangan.

  1. Pencurian Sepeda Motor di Pasar Baru Barabai

Lokasi: Pasar Baru Barabai
Waktu: 19 Februari 2026
Jenis kasus: Pencurian kendaraan bermotor (curanmor)
Penanganan:
Polisi merespons cepat laporan warga dan melakukan penyelidikan.

  1. Dugaan Pencurian dengan Modus Hipnotis

Lokasi: Kecamatan Batang Alai Selatan
Waktu: 2026
Modus:
Pelaku diduga menggunakan hipnotis untuk melancarkan aksi di kawasan pasar.
Pola Kejahatan yang Terjadi

Dari sejumlah kasus tersebut, pola tindak pidana pencurian di Hulu Sungai Tengah meliputi:

Pencurian kendaraan bermotor di area publik
Pencurian rumah warga
Modus baru seperti hipnotis di pasar
Pelaku membawa senjata tajam saat terdesak
Tren Kejahatan 2026

Kasus pencurian di wilayah ini masih didominasi kejahatan konvensional, seperti curanmor dan pencurian rumah. Namun, terdapat indikasi meningkatnya keberanian pelaku, yang tidak segan mengancam warga saat aksinya diketahui.