Komunitas Dayak Kalimantan Barat Geram Nama Suku Mereka Disalahgunakan untuk Iklankan Santet Hingga Pelet di Media Sosial
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Komunitas Dayak Kalimantan Barat geram terhadap pengguna media sosial yang secara terbuka membuka praktek santet hingga pelet mengatasnamakan suku dayak dan pengobatan tradisional Dayak.
Akun tersebut bernama @pengobatan.dayak, ramai diserbu warganet, khususnya yang dari suku Dayak karena dinilai mencoreng keagungan budaya warisan leluhur mereka dengan aksinya itu.
Mengutip Instagram Kami Dayak Kalbar @kamidayakkalbar, Kamis (26/3/2026), akun tersebut menawarkan beberapa layanan ilmu hitam atau perdukunan seperti pelet, santet hingga kunci sukma dengan tujuan menyakiti hingga membunuh target secara gaib.
Pengelola Instagram @kamidayakkalbar rupanya menghubungi pemilik akun itu dengan berpura-pura hendak menyantet seseorang lalu mengunggah bukti percakapan WhatsApp mereka ke media sosial sebagai bukti pelaporan.
"Akun dengan nama “pengobatan Dayak Kalimantan” ini secara terbuka menawarkan layanan seperti pelet, santet, hingga “kunci sukma”. Praktik ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga berpotensi merugikan masyarakat secara psikologis maupun sosial," ujar akun itu pada Senin (23/3/2026).
Mereka memprotes penggunaan identitas suku Dayak yang digunakan untuk mempromosikan hal-hal mistis dan tercela.
"Yang menjadi persoalan serius bukan sekadar kontennya—melainkan penggunaan identitas Dayak sebagai label utama. Ini berbahaya. Karena publik yang tidak memahami akan dengan mudah mengaitkan praktik tersebut sebagai bagian dari budaya, padahal tidak demikian," tegas akun itu.
"Budaya Dayak tidak dibangun untuk mencelakai. Tidak pernah ada legitimasi adat untuk praktik yang merugikan orang lain, apalagi dikomersialisasi di ruang publik seperti ini. Indikasi lain yang memperkuat kecurigaan adalah pola konten yang manipulatif: narasi ketakutan, janji berlebihan, serta tekanan emosional kepada calon “klien”. Ini adalah pola klasik eksploitasi, bukan kearifan lokal," katanya lagi.
"Lebih jauh, akun ini juga mencantumkan nomor kontak dan membuka konsultasi, yang mengarah pada dugaan praktik penipuan berkedok spiritual. Ini harus diluruskan. Jika dibiarkan, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tapi juga nama besar Dayak yang kembali diseret ke stigma negatif yang sudah lama dilawan," tegasnya lagi.
Bayar Rp500 Ribu Jika Ingin Target Mati