Kasus DBD Melonjak di Kalsel, ini Penjelasan Kadinkes Tanah Laut

Strategi “jemput bola” juga terus digencarkan untuk memutus mata rantai penularan di titik-titik temuan kasus. Pihak Puskesmas diinstruksikan untuk bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan pemberantasan sarang nyamuk secara masif.

“Untuk menekan angka Demam Berdarah, setiap kasus segera mungkin di lakukan PE, PSN, abatisasi di sekitar adanya kasus DBD. Meningkatkan peran serta masyarakat dengan 3M PLUS dan PSN,” tambah dr. Isna.

Pihak pemerintah daerah juga tengah memperkuat payung hukum melalui Surat Edaran Bupati untuk gerakan “1 Rumah 1 Jumantik” guna memastikan setiap hunian warga bebas dari jentik nyamuk.

Di akhir keterangannya, dr. Isna menyampaikan rasa syukurnya atas kondisi yang masih stabil dan berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan terus meningkat agar Tanah Laut terhindar dari siklus tahunan DBD yang mematikan.

“Alhamdulillah kasus DBD di wilayah kita masih terkendali. Semoga kadada (tidak ada) peningkatan yang signifikan. Masyarakat semakin sadar dengan kesehatan lingkungan (kebersihan lingkungan),” pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor Restu