Kasus DBD Melonjak di Kalsel, ini Penjelasan Kadinkes Tanah Laut

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut (Tala) angkat bicara mengenai lonjakan drastis kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa kabupaten kota di Kalimantan Selatan, Pelaihari, Kamis (26/3/2026).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanah Laut, dr. Isna Farida, M.Kes, mengungkapkan bahwa meski musim penghujan tengah mencapai puncaknya, tren kasus DBD di wilayah Tanah Laut saat ini masih dalam kategori terkendali dibandingkan daerah lain.

Berdasarkan data yang dihimpun sejak awal tahun, tercatat belasan pasien telah mendapatkan perawatan. dr. Isna merincikan sebaran wilayah yang menjadi titik perhatian saat ini.

“Untuk data kasus DBD dari Januari sampai Maret, 18 pasien kasus terbanyak terjadi di kecamatan Pelaihari 16 kasus DBD, Bati-bati 2 kasus dari Januari -Maret 2026, angka kematian 0, sampai saat ini belum adanya lonjakan kasus DBD,” ujar dr. Isna kepada Wartabanjar.com melalui pesan singkat, Kamis sore.

Meski angka kasus tergolong rendah, pihak Dinkes tidak ingin lengah. Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai kesiapan fasilitas kesehatan jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan (outbreak), ia memastikan bahwa infrastruktur medis dan logistik obat-obatan di Tanah Laut masih sangat mumpuni.

“Untuk kesiapan obat-obatan cukup, ruang rawat inap di RS tidak ada masalah semua bisa tertangani dengan baik,” tegasnya.