WARTABANJAR.COM, TEL AVIV – Ribuan burung gagak terlihat beterbangan di langit Israel, tepatnya di ibu kota Tel Aviv, pada 26 Maret 2026. Fenomena tersebut memicu kepanikan di kalangan warga yang menganggapnya sebagai pertanda buruk.

Sebagian masyarakat meyakini kemunculan gagak dalam jumlah besar sering dikaitkan dengan bencana atau peristiwa besar. Kepercayaan ini berkembang dalam berbagai budaya, termasuk tradisi di Eropa dan sebagian masyarakat di Indonesia.

Apa yang Terjadi dengan Kemunculan Gagak?

Kemunculan burung gagak kerap dihubungkan dengan berbagai mitos, seperti pertanda duka, kematian, atau musibah di suatu wilayah. Namun, ada pula kepercayaan yang menyebutkan kehadirannya sebagai tanda akan datangnya tamu atau pertolongan.

Secara ilmiah, gagak merupakan burung yang memiliki perilaku sosial tinggi dan sering berkumpul dalam jumlah besar untuk mencari makan, bermigrasi, atau merespons kondisi lingkungan tertentu.

Berikut beberapa tafsir terkait kemunculan burung gagak:

Pertanda Kematian atau Duka
Dalam kepercayaan tertentu, gagak yang hinggap atau berbunyi di atas rumah, terutama pada malam hari, dianggap sebagai pertanda akan adanya kabar duka di lingkungan sekitar.

Kabar Sial atau Ilmu Hitam
Gagak juga sering dikaitkan dengan hal-hal mistis, seperti kehadiran makhluk halus atau praktik ilmu hitam.

Tanda Rezeki (Versi Mitos Lain)
Sebagian kepercayaan menyebutkan bahwa suara gagak pada waktu tertentu, seperti dini hari, justru membawa kabar baik atau rezeki.

Fenomena Alam
Secara faktual, gagak berkerumun karena faktor alami, seperti mencari sumber makanan, migrasi, atau adanya bangkai maupun ancaman di suatu area.

Dalam berbagai mitologi, burung gagak juga kerap dianggap sebagai pembawa pesan. Namun, penafsiran terhadap kemunculannya umumnya kembali pada budaya dan kepercayaan masing-masing masyarakat.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad