Purbaya Bahas Soal Darurat Energi Indonesia Usai Filipina dan Bangladesh Krisis BBM

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kondisi sejumlah negara yang mulai terdampak konflik di Timur Tengah, terutama di sektor energi.

Filipina diketahui telah menetapkan status darurat energi nasional, sementara Bangladesh tengah menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM).

Purbaya menegaskan bahwa potensi darurat energi bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari sisi pasokan energi itu sendiri.

“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi terjadi kalau suplai berhenti. Itu yang saya khawatirkan, bukan harganya, tetapi kalau suplai tidak ada. Saat ini suplai masih tersedia, jadi belum bisa disebut darurat, tetapi kita harus siap ke depan,” ujar Purbaya di kantornya di Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026).

Ia memastikan kondisi APBN Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi kenaikan harga energi hingga akhir tahun tanpa perlu perubahan kebijakan dalam waktu dekat.