WARTABANJAR.COM, BOGOTA – Duka menyelimuti Kolombia setelah sebuah pesawat angkut militer mengalami kecelakaan fatal sesaat setelah lepas landas pada Senin (23/3/2026) waktu setempat.

Pesawat jenis Lockheed C-130 Hercules tersebut dilaporkan jatuh di kawasan hutan lebat dekat wilayah Puerto Leguizamo, yang berbatasan dengan Ekuador. Lokasi kejadian yang terpencil membuat proses evakuasi berlangsung penuh tantangan.

Data awal menyebutkan sekitar 125 orang berada di dalam pesawat, terdiri dari prajurit dan awak. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil ditemukan selamat oleh tim penyelamat.

Pesawat nahas itu diketahui tengah menjalankan misi menuju wilayah Amazon yang selama ini menjadi fokus operasi militer. Kawasan tersebut dikenal rawan karena aktivitas kelompok bersenjata dan jaringan penyelundupan narkoba yang masih aktif.

Kondisi di lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing pesawat berserakan di tengah hutan, dengan sebagian badan pesawat hangus terbakar. Asap sempat terlihat membumbung saat tim pertama tiba di lokasi.

Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi tersebut. Ia memastikan bahwa proses evakuasi korban serta penyelidikan penyebab kecelakaan sedang berlangsung intensif.

Senada, Jenderal Carlos Fernando Silva Rueda mengungkapkan bahwa pesawat membawa lebih dari seratus personel militer yang tengah menjalankan tugas negara.

Hingga kini, otoritas terkait masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Tragedi ini disebut sebagai salah satu insiden penerbangan militer paling mematikan yang dialami Kolombia dalam beberapa tahun terakhir.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad